Langsung ke konten utama

4 Perintah Dasar Linux

 4 Perintah yang ada di Linux

1. Perintah untuk mengetahui CPU

Perintah untuk mengetahui CPU dengan menggunakan perintah "cat /proc/cpuinfo", dengan perintah itu kita bisa mengetahui informasi detail CPU mulai dari kecepatan processor, jumlah core, cpu vendor, suhu processor, kecepatan kipas pendingin, dan informasi lainnya tentang CPU.


    Setelah memasukan perintah di atas makan akan tampil hasil seperti ini:


2. Perintah untuk mengetahui Memory

Perintah untuk mengetahui memory yaitu "cat /proc/meminfo", perintah ini akan menunjukan informasi tentang penggunaan memori dan swap dan merupakan salah satu cara skrip dan program dapat mengetahui apa yang tersedia. Berikut tampilannya :


3. Perintah untuk mengetahui Disk

Perintah yang digunakan untuk mengetahui Disk yaitu "df -h", df adalah singkatan dari Disk Filesystem Command ini digunakan untuk mengecek ruang disk, dan akan menampilkan penyimpanan yang tersedia dan digunakan. Berikut tampilannya:


4. Perintah untuk mengetahui utilisasi semua komponen

Salah satu perintah untuk mengetahui utilisasi semua komponen yaitu perintah "top", perintah ini berfungsi untuk menampiklan kinerja sistem secara real time seperti CPU, Memory, serta proses yang sedang berjalan, namun perintah ini mempunyai kekurangan yaitu tidak menampilkan beban kerja pada masing-masing CPU. Berikut adalah tampilannya:






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Boolean - Data Types SQL

 Penjelasan Tipe data boolean pada database adalah tipe data yang memungkinkan penyimpanan nilai kebenaran (true atau false) dalam sebuah tabel database. Penyimpanan nilai boolean dalam sebuah tabel database biasanya dilakukan untuk menyimpan informasi kebenaran dari sebuah kondisi atau status pada suatu data. Misalnya, pada tabel pengguna, kita bisa menambahkan kolom "status" dengan tipe data tinyint untuk menyimpan status aktif/non-aktif pengguna. Jika pengguna aktif, maka nilai statusnya adalah 1 (true), sedangkan jika non-aktif, maka nilai statusnya adalah 0 (false). Dalam bahasa SQL, nilai boolean sering digunakan untuk melakukan pengambilan data berdasarkan kondisi yang diberikan (query). Misalnya, kita bisa menuliskan query untuk menampilkan semua pengguna yang statusnya aktif, yaitu dengan menggunakan perintah SELECT * FROM pengguna WHERE status = 1. Contoh Penggunaan  Berikut adalah contoh penggunaan tipe data BOOLEAN pada SQL: CREATE TABLE students (   student_i...

String - Data Types SQL

 Penjelasan String database adalah tipe data yang digunakan untuk menyimpan data teks pada database. String database dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis data teks, seperti nama, alamat, teks deskripsi, atau bahkan kode program. Setiap field pada tabel database memiliki tipe data tertentu, termasuk tipe data string. Ketika sebuah record atau baris ditambahkan ke tabel, nilai string database akan disimpan pada field yang sesuai. Berikut adalah 2 contoh penggunaan type data string: Membuat tabel users dengan kolom 'name' dan 'email' yang menggunakan tipe data string: CREATE TABLE users (     id INT(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,     name VARCHAR(255) NOT NULL,     email VARCHAR(255) NOT NULL,     PRIMARY KEY (id) ); Dalam contoh ini, kolom 'name' dan 'email' menggunakan tipe data VARCHAR(255) untuk menyimpan nama dan alamat email pengguna. Memasukkan data ke dalam tabel users: INSERT INTO users (name, email) VALUES ('Kharisya Mer', 'kha...

DCL (Data Control Languange)

 DCL (Data Control Languange) Pengertian DCL Data Control Language (DCL) adalah salah satu dari kelompok perintah SQL yang digunakan untuk melakukan kontrol terhadap privilege atau hak akses khusus untuk berinteraksi dengan database. Hak akses khusus ini diperlukan sebagai prasyarat bagi setiap user database untuk melakukan berbagai aksi di database, seperti: membuat object, menghapus object, mengubah object, menampilkan hasil query, dan seterusnya. Sederhananya, setiap pengguna database hanya dapat melakukan aksi-aksi yang sudah diberikan oleh user dengan kontrol tertinggi di dalam database tersebut. Misalnya, pengguna A hanya diberikan akses untuk membuat dan menampilkan sesuatu di database. Maka, pengguna tersebut hanya dapat melakukan perintah tersebut saja, tidak bisa melakukan ubah data, hapus data, dan seterusnya. Hal ini menjadi penting untuk diketahui karena di dalam dunia kerja dengan banyak pengguna database, manajemen pembagian hak akses seperti ini sangat krusial dan b...